PENGANTAR
PENDIDIKAN
Syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah
SWT, karena atas segala rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan
makalah ini
dengan tepat waktu. Sholawat serta salam penulis sampaikan kepada junjungan
kita, nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan tauladan bagi kita semua di
muka bumi ini. Makalah tentang Pendidikan Formal dan Informal ini disusun sebagai salah satu syarat dalam
menyelesaikan tugas Mata
Kuliah Pengantar Pendidikan. Pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan
ungkapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:
- Allah
SWT,karena berkat rahmatr-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan tepat waktu.
- Dr.Rulam
Ahmadi, M.Pd selaku dosen
pembimbing yang telah membantu penulis dalam menyusun makalah ini
- Semua
teman-teman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia UNISMA semester 1 serta semua pihak yang telah
membantu penyusunan makalah ini yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan
kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan
makalah ini.
Malang, 10 November 2014
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
pengantar ………………………………………………………...……….1
Daftar
isi ……………………………………………………………....…2
BAB
1 : Pendahuluan
1.1 Latar
Belakang ………………………………………………………….3
1.2 Rumusan
Masalah ………………………………………………………….3
1.3 Tujuan
Penulisan ………………………………………………………….3
BAB
2 : Pembahasan
1.1 Pengertian
pendidikan formal …………………………………………………………4
1.2 Sejarah
pendidikan informal …………………………………………………………6
1.3 Jenis
huruf hijaiyah …………………………………………………………8
BAB
3 : PENUTUP …………………………………………………………………9
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………………………9
BAB 1 : PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah hal mutlak
yang wajib dimiliki oleh semua individu, didalam setiap ajaran agama
menganjurkan agar setiap individu wajib berusaha untuk mendapatkaan pendidikan.
Pendidikan dalam lingkungan
keluarga non formal memiliki peranan yang sangat penting. Ini karena setiap
individu mendapatkan pendidikan yang pertama berasal dari lingkungan keluarga.
Selain dari keluarga pendidikan dapat diperoleh pula dari lingkungan formal,
dalam hal ini sekolah atau lembaga formal lainnya yang berkompeten dalam bidang
pendidikan. Dalam lingkungan formal ini setiap individu akan mendapatkan
pendidikan yang lebih luas mengenai pedoman dan etika moral kemanusiaan untuk
bekalnya dalam menghadapi pergaulan dimasyarakat. Lingkungan ketiga yang
menjadi penentu sukses tidaknya pendidikan individu adalah lingkungan
masyarakat (in formal), lingkungan menurut pengaplikasian pendidikan yang telah
didapat oleh seorang individu baik dari lingkungan keluarga maupun dari
lingkungan formal.
B.
RUMUSAN MASALAH
1.
Apakah pengertian pendidikan formal?
2.
Apakah pengertian pendidikan informal ?
3.
Apakah berbedaan antara pendidikan formal dan informal?
C.
TUJUAN PENULISAN
1.
Memahami lebih dalam pengertian pendidikan formal
2.
Memahami lebih dalam pengertian pendidikan nonformal
3.
dapat membedakan antara pendidikan formal dan informal
BAB
2 : PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN
PENDIDIKAN FORMAL
Dalam kehidupan
sehari-hari, apabila menyebut nama pendidikan formal, presepsi kebanyakan orang
adalah sekolah. Pada dasarnya penddikan formal adalah penddikan yang memiliki
aturan resmi yang sangat ketat dalam segala aspeknya, jauh lebih ketat dari
penddikan nonformal dan informal.
Dalam UU RI Nomor 20
Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah jalur endidikan yang terstruktur
dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan
pendidikan tinggi.
Pada Literacy Watch
Bulletin (2001-No.17) dikemukakan karakteristik pendidikan formal sebagai
berikut.
·
Biasanya dalam latar kelas sekolah,
walaupun tidak hanya berbasis sekolah
·
Isi biasanya ditetapkan sebelumnyaoleh
guru atau orang/kelompok lain yang memiliki otoritas (barangkali bahkan
sukarelawan)
·
Hierarki yang mapan antara guru dan
murid
·
Sering berakhir dengan tes formal atau
pembuktian pengetahuan
Sekolah
merupakan lembaga social yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk
masyarakat. Lembaga formal tersebut bisa
disebut sebagai satu organisasi, yaitu terkait kepada tata aturan formal,
berprogram, dan bertarget atau bersasan yang jelas, serta memiliki struktur
kepemimpinan penyelenggaraan atau pengolahaan yang pasti atau resmi. Adapun
macam-macam pendidikan formal sebagai berikut.
ü Taman
kanak-kanak (TK)
B. PENGERTIAN
PENDIDIKAN INFORMAL
Pendidikan informal adalah
pendidikan yang tidak terstruktur yang berkenaan dengan pengalaman sehari-hari
yang tidak terencana dan tidak terorganisasi (belajar incidental). Jika
pengalaman-pengalaman diinterprestasikan atau dijelaskan kepada orang-orang yang
lebih tua atau teman sejawat pengalaman itu merupaka pengalaman informal
(Kleis, 1973 :3-4).
Pendidikan
informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman
dalam hidup sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seorang lahir
sampai ke liang kubur di dalam lingkungan keluarga, masyarakat atau dalam
lingkungan pekerjaan sehari-hari. Contoh pengemudi becak. Bagi pengemudi becak,
jelas tidak ada pendidikan formalnya. Jika seseorang pertama kali mencoba
mengemudi (mengendalikan becak), ia akan menemui kesulitan.
Kalaupun ada temannya yang baik
hati, ia pun akan mengatakan lebih kurang cara memegang kemudi begini.
Seterusnya sikap calon pengemudi becak itu akan berjalan sendiri menjalankan
becak di satu tanah lapang atau di jalan yang lengang.
Menurut UU RI Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud pendidikan
informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan ang
dilaksanakan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat yang terjadi secara
alamiah disebut pendidikan informal.
Karakteristik
pendidikan informal sangat berbeda dengan pendidikan formal. Karakteristik
pendidikan informal sebagai berikut.
ü Berlangsung
sepanjang masa
ü Tidak
secara khusus di sekolah
ü Tidak diprogram atau waktu tidak tertentu
ü Metode
tidak formal
Adapun macam-macam pendidikan informal sebagai
berikut.
o
Agama
o
Budi pekerti
o
Etika
o
Sopan santun
o
Moral
o
Sosialisasi
C. PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL DAN
INFORMAL
Perbedaan antara pendidika formal dan informal dapat
dilihat dikolom dbawah ini.
KETERANGAN
|
PENDIDIKAN FORMAL
|
PENDIDIKAN INFORAL
|
Tempat berlangsung
|
Di dalam sekolah
|
Dimana saja seseorang berada
|
Syarat untuk mengikuti
|
Ada dan menjadi peranan penting
|
Tidak ada
|
Jenjang pendidikan
|
Ada
|
Tidak ada
|
Program
|
Ada program tertentu
|
Tidak ada
|
Bahan pelajaran
|
Umum dan jangka panjang
|
Tidak ada yang ditentukan
|
Lama pendidikan
|
Relatif lama
|
Sepanjang hidup
|
Usia yang menjalani
|
Harus ada
|
Sepanjang hidup
|
Penilaian
|
Ada ujian dan mendapat ijazah
|
Tidak ada ujian atau penilaan
sistematis
|
Penyelenggaraan
|
Pemerintah atau swasta
|
Tidak ada badan tertentu
|
Metode mengajar
|
Mengikuti metode tertentu
|
Tidak ada
|
Administrasi
|
Ada
|
Tidak ada
|
Ditinjau sejarah
|
Lebih mudah dari pendidikan nonformal
|
Sejak ada manusia didunia
|
BAB
3 : PENUTUP
KESIMPULAN
Pendidikan formal merupakan
pendidikan resmi yang umumnya disebut sekolah. Di Indonesia , pendidikan formal
dikenal seperti Sekolah Dasar (SD),
Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta perguruan
tinggi. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang berlangsung dalam
kehidupan sehari-hari dan bersifat alamiah,yang berlagsung dalam keluarga,
masyarakat, maupunlingkungan sekitar.
DAFTAR
PUSTAKA
·
Buku Pengantar Pendidikan hal.81-92
Tidak ada komentar:
Posting Komentar