Jumat, 19 Desember 2014

PENGANTAR PENDIDIKAN

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam penulis sampaikan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan tauladan bagi kita semua di muka bumi ini. Makalah tentang Pendidikan Formal dan Informal  ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. Pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan ungkapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Allah SWT,karena berkat rahmatr-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan  tepat waktu.
  2. Dr.Rulam Ahmadi, M.Pd  selaku dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam menyusun makalah ini
  3. Semua teman-teman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNISMA semester 1 serta semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

               Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Malang, 10 November 2014



       Penulis


DAFTAR ISI
Kata pengantar                                                ………………………………………………………...……….1
Daftar isi                                                         ……………………………………………………………....…2                             
BAB 1 : Pendahuluan                        
1.1  Latar Belakang                              ………………………………………………………….3
1.2  Rumusan Masalah                         ………………………………………………………….3
1.3  Tujuan Penulisan                           ………………………………………………………….3
BAB 2 : Pembahasan
1.1  Pengertian pendidikan formal                   …………………………………………………………4
1.2  Sejarah pendidikan informal                     …………………………………………………………6
1.3  Jenis huruf hijaiyah                       …………………………………………………………8
BAB 3 : PENUTUP                                       …………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA                                                …………………………………………………………………9


BAB 1 : PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh semua individu, didalam setiap ajaran agama menganjurkan agar setiap individu wajib berusaha untuk mendapatkaan pendidikan.
Pendidikan dalam lingkungan keluarga non formal memiliki peranan yang sangat penting. Ini karena setiap individu mendapatkan pendidikan yang pertama berasal dari lingkungan keluarga. Selain dari keluarga pendidikan dapat diperoleh pula dari lingkungan formal, dalam hal ini sekolah atau lembaga formal lainnya yang berkompeten dalam bidang pendidikan. Dalam lingkungan formal ini setiap individu akan mendapatkan pendidikan yang lebih luas mengenai pedoman dan etika moral kemanusiaan untuk bekalnya dalam menghadapi pergaulan dimasyarakat. Lingkungan ketiga yang menjadi penentu sukses tidaknya pendidikan individu adalah lingkungan masyarakat (in formal), lingkungan menurut pengaplikasian pendidikan yang telah didapat oleh seorang individu baik dari lingkungan keluarga maupun dari lingkungan formal.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian pendidikan formal?
2. Apakah pengertian pendidikan informal ?
3. Apakah berbedaan antara pendidikan formal dan informal?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Memahami lebih dalam pengertian pendidikan formal
2. Memahami lebih dalam pengertian pendidikan nonformal
3. dapat membedakan antara pendidikan formal dan informal

BAB 2 : PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN FORMAL
Dalam kehidupan sehari-hari, apabila menyebut nama pendidikan formal, presepsi kebanyakan orang adalah sekolah. Pada dasarnya penddikan formal adalah penddikan yang memiliki aturan resmi yang sangat ketat dalam segala aspeknya, jauh lebih ketat dari penddikan nonformal dan informal.
Dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah jalur endidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pada Literacy Watch Bulletin (2001-No.17) dikemukakan karakteristik pendidikan formal sebagai berikut.
·         Biasanya dalam latar kelas sekolah, walaupun tidak hanya berbasis sekolah
·         Isi biasanya ditetapkan sebelumnyaoleh guru atau orang/kelompok lain yang memiliki otoritas (barangkali bahkan sukarelawan)
·         Hierarki yang mapan antara guru dan murid
·         Sering berakhir dengan tes formal atau pembuktian pengetahuan
Sekolah merupakan lembaga social yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.  Lembaga formal tersebut bisa disebut sebagai satu organisasi, yaitu terkait kepada tata aturan formal, berprogram, dan bertarget atau bersasan yang jelas, serta memiliki struktur kepemimpinan penyelenggaraan atau pengolahaan yang pasti atau resmi. Adapun macam-macam pendidikan formal sebagai berikut.
ü  Taman kanak-kanak (TK)      
ü  Raudatul Athfal (RA)
ü  Sekolah Dasar (SD)
ü  Madrasah Aliyah (MA)



























B.     PENGERTIAN PENDIDIKAN INFORMAL
Pendidikan informal adalah pendidikan yang tidak terstruktur yang berkenaan dengan pengalaman sehari-hari yang tidak terencana dan tidak terorganisasi (belajar incidental). Jika pengalaman-pengalaman diinterprestasikan atau dijelaskan kepada orang-orang yang lebih tua atau teman sejawat pengalaman itu merupaka pengalaman informal (Kleis, 1973 :3-4).
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman dalam hidup sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seorang lahir sampai ke liang kubur di dalam lingkungan keluarga, masyarakat atau dalam lingkungan pekerjaan sehari-hari. Contoh pengemudi becak. Bagi pengemudi becak, jelas tidak ada pendidikan formalnya. Jika seseorang pertama kali mencoba mengemudi (mengendalikan becak), ia akan menemui kesulitan.
Kalaupun ada temannya yang baik hati, ia pun akan mengatakan lebih kurang cara memegang kemudi begini. Seterusnya sikap calon pengemudi becak itu akan berjalan sendiri menjalankan becak di satu tanah lapang atau di jalan yang lengang.


Menurut UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan ang dilaksanakan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat yang terjadi secara alamiah disebut pendidikan informal.
Karakteristik pendidikan informal sangat berbeda dengan pendidikan formal. Karakteristik pendidikan informal sebagai berikut.
ü  Berlangsung sepanjang masa
ü  Tidak secara khusus di sekolah
ü   Tidak diprogram atau waktu tidak tertentu
ü  Metode tidak formal
Adapun  macam-macam pendidikan informal sebagai berikut.
o   Agama
o   Budi pekerti
o   Etika
o   Sopan santun
o   Moral
o   Sosialisasi  
















C.      PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL
Perbedaan  antara pendidika formal dan informal dapat dilihat dikolom dbawah ini.

KETERANGAN
PENDIDIKAN FORMAL
PENDIDIKAN INFORAL
Tempat berlangsung
Di dalam sekolah
Dimana saja seseorang berada
Syarat untuk mengikuti
Ada dan menjadi peranan penting
Tidak ada
Jenjang pendidikan
Ada
Tidak ada
Program
Ada program tertentu
Tidak ada
Bahan pelajaran
Umum dan jangka panjang
Tidak ada yang ditentukan
Lama pendidikan
Relatif lama
Sepanjang hidup
Usia yang menjalani
Harus ada
Sepanjang hidup
Penilaian
Ada ujian dan mendapat ijazah
Tidak ada ujian atau penilaan sistematis
Penyelenggaraan
Pemerintah atau swasta
Tidak ada badan tertentu
Metode mengajar
Mengikuti metode tertentu
Tidak ada
Administrasi
Ada
Tidak ada
Ditinjau sejarah
Lebih mudah dari pendidikan nonformal
Sejak ada manusia didunia








BAB 3 : PENUTUP

KESIMPULAN
            Pendidikan formal merupakan pendidikan resmi yang umumnya disebut sekolah. Di Indonesia , pendidikan formal dikenal  seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat alamiah,yang berlagsung dalam keluarga, masyarakat, maupunlingkungan sekitar.



DAFTAR PUSTAKA

·         Buku Pengantar Pendidikan hal.81-92


Tidak ada komentar:

Posting Komentar