Jumat, 19 Desember 2014

MIMPI PENGINGAT

NaaDee

Aku adalah mahasiswa semester terakhir dan sekarang sedang ada Ujian Semester. Hidyp serba berkecukupan membuatku lupa akan segalanya. Hidup foya-foya dan tak pernah pulang kerumah. Hal ini mungkin membuat ibu khawatir, tapi peduli apa aku soal ibu.
***
waktu ujian telah dimulai, namun dosen belum juga datang. Sembari menunggu dosen,aku melamun,namun lamunanku terhenti ketika Dewi, teman sekaligus tetanggaku mengabarkan bahwa ibu kecelakaan. Bagai disambar petir disiang hari, perasaanku sangat kacau. Aku meninggalkan kampus, berlari menuju rumah.

Sesampainya di rumah kulihat banyak orang berkumpul, sehingga membuat aku khawatir dan tak tenang. Aku  mulai melangkah perlahan-lahan untuk memastikan ibu baik-baik saja, tapi sebelum sampai masuk rumah dan mengetahui apa yang terjadi sebenarnya, tubuh ini serasa ringan tapi begitu berat melangkah, terdengar samar-samar orang yang lagi berbicara tapi setelah itu sudah tak terdengar lagi, seakan aku mulai terputus dengan dunia ini.

Setelah beberapa menit aku pingsan, aku mulai sadarkan diri dan saat ku membuka pintu kulihat sesosok tubuh yang di balut oleh kafan putih dan tertutupi oleh selendang batik, sontak aku langsung membuka penutup itu dan… Aku pun tak sadarkan diri lagi setelah melihat wajah ibuku bermuka pucat, tak bernyawa. Kali ini pingsan ku lebih lama dibandingkan yang pertama, aku baru sadar kembali setelah pemakaman selesai dan warga sekitar beserta saudara sedang mengadakan tahlilan untuk Ibuku, karena sudah tradisi di desa ini, apabila ada orang yang meninggal akan ada tahlilan atau selamatan bagi si almarhum.

Setelah ku tersadar, ku coba untuk duduk dan merenungkan apa yang sudah menimpa ku hari ini, ku benar benar kehilangan seseorang yang paling berharga di dunia ini, seseorang yang selalu ada di setiap jalan hidup ku sampai saat ini, yang selalu sabar dengan semua tingkah lakuku yang sering menyusahkannya dan sekarang sudah tiada.
Ku sedih dan meneteskan air mata yang sebelumnya tak pernah ku lakukan karena ada masalah, tapi ini benar-benar meremukkan hati dan jiwa ragaku, saat itu pulalah ku berdoa dan meminta serta berjanji pada Allah dalam hati.. “Ya Allah.. maafkan lah hambamu ini, ampunilah dosa hambamu ini yang selalu mengecawakan dan menyusahkan Ibu hambamu ini.. Aku berjanji akan menjadi anak yang lebih baik lagi, lebih berbakti lagi kepada Ibu Ya Allah, Hambamu mohon janganlah Engkau ambil Ibu, kembalikan Ibu Ya Allah..”
Tiba-tiba ku mendengar suara yang cukup keras tepat di telingaku, sehingga membuatku terkejut kaget mendengarnya. Aku terbangun, dan menyadari bahwa semuanya hanyalah mimpi. Selesai Ujian, akupun segera pulang untuk memastikan mimpi itu benar atau salah.  sesampainya di rumah aku benar-benar bersyukur melihat ibuku masih sehat-sehat saja sedang memasak di dapur, kemudian ku peluk Ibu dan meminta maaf padanya karena kelakuanku akhir-akhir ini.

Mimpi itu benar-benar jadi pelajaran buat ku bahwa Ibu adalah seseorang yang sangat berharga dan tak tergantikan oleh apapun. Mulai saat itu aku merubah gaya hidupku yang berantakan dan terkesan ugal-ugalan menjadi lebih baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar