Rabu, 31 Desember 2014

RINAIKU
NaaDee
aku menatap rinai hujan kali ini
mengutuki kehadirannya
memaki kenangannya
ya..kenangan tentangmu, tentang kita
rinai hujan dengan seribu kenangan
yang tak patuh diingat
yang tak pantas dikenang
namun,masih ku pertahankan
barangkali rinai itu
kelak menjadi rinai gulali
manis dan disukai
tak hanya untkmu tapi untuk alam ini

Jumat, 19 Desember 2014

PENGANTAR PENDIDIKAN

Syukur alhamdulillah penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas segala rahmat serta hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Sholawat serta salam penulis sampaikan kepada junjungan kita, nabi besar Muhammad SAW yang telah memberikan tauladan bagi kita semua di muka bumi ini. Makalah tentang Pendidikan Formal dan Informal  ini disusun sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan tugas Mata Kuliah Pengantar Pendidikan. Pada kesempatan ini perkenankan penulis menyampaikan ungkapan terimakasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada:

  1. Allah SWT,karena berkat rahmatr-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan  tepat waktu.
  2. Dr.Rulam Ahmadi, M.Pd  selaku dosen pembimbing yang telah membantu penulis dalam menyusun makalah ini
  3. Semua teman-teman Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNISMA semester 1 serta semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

               Penulis menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Malang, 10 November 2014



       Penulis


DAFTAR ISI
Kata pengantar                                                ………………………………………………………...……….1
Daftar isi                                                         ……………………………………………………………....…2                             
BAB 1 : Pendahuluan                        
1.1  Latar Belakang                              ………………………………………………………….3
1.2  Rumusan Masalah                         ………………………………………………………….3
1.3  Tujuan Penulisan                           ………………………………………………………….3
BAB 2 : Pembahasan
1.1  Pengertian pendidikan formal                   …………………………………………………………4
1.2  Sejarah pendidikan informal                     …………………………………………………………6
1.3  Jenis huruf hijaiyah                       …………………………………………………………8
BAB 3 : PENUTUP                                       …………………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA                                                …………………………………………………………………9


BAB 1 : PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan adalah hal mutlak yang wajib dimiliki oleh semua individu, didalam setiap ajaran agama menganjurkan agar setiap individu wajib berusaha untuk mendapatkaan pendidikan.
Pendidikan dalam lingkungan keluarga non formal memiliki peranan yang sangat penting. Ini karena setiap individu mendapatkan pendidikan yang pertama berasal dari lingkungan keluarga. Selain dari keluarga pendidikan dapat diperoleh pula dari lingkungan formal, dalam hal ini sekolah atau lembaga formal lainnya yang berkompeten dalam bidang pendidikan. Dalam lingkungan formal ini setiap individu akan mendapatkan pendidikan yang lebih luas mengenai pedoman dan etika moral kemanusiaan untuk bekalnya dalam menghadapi pergaulan dimasyarakat. Lingkungan ketiga yang menjadi penentu sukses tidaknya pendidikan individu adalah lingkungan masyarakat (in formal), lingkungan menurut pengaplikasian pendidikan yang telah didapat oleh seorang individu baik dari lingkungan keluarga maupun dari lingkungan formal.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apakah pengertian pendidikan formal?
2. Apakah pengertian pendidikan informal ?
3. Apakah berbedaan antara pendidikan formal dan informal?

C. TUJUAN PENULISAN
1. Memahami lebih dalam pengertian pendidikan formal
2. Memahami lebih dalam pengertian pendidikan nonformal
3. dapat membedakan antara pendidikan formal dan informal

BAB 2 : PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN PENDIDIKAN FORMAL
Dalam kehidupan sehari-hari, apabila menyebut nama pendidikan formal, presepsi kebanyakan orang adalah sekolah. Pada dasarnya penddikan formal adalah penddikan yang memiliki aturan resmi yang sangat ketat dalam segala aspeknya, jauh lebih ketat dari penddikan nonformal dan informal.
Dalam UU RI Nomor 20 Tahun 2003 disebutkan bahwa pendidikan adalah jalur endidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi.
Pada Literacy Watch Bulletin (2001-No.17) dikemukakan karakteristik pendidikan formal sebagai berikut.
·         Biasanya dalam latar kelas sekolah, walaupun tidak hanya berbasis sekolah
·         Isi biasanya ditetapkan sebelumnyaoleh guru atau orang/kelompok lain yang memiliki otoritas (barangkali bahkan sukarelawan)
·         Hierarki yang mapan antara guru dan murid
·         Sering berakhir dengan tes formal atau pembuktian pengetahuan
Sekolah merupakan lembaga social yang tumbuh dan berkembang dari dan untuk masyarakat.  Lembaga formal tersebut bisa disebut sebagai satu organisasi, yaitu terkait kepada tata aturan formal, berprogram, dan bertarget atau bersasan yang jelas, serta memiliki struktur kepemimpinan penyelenggaraan atau pengolahaan yang pasti atau resmi. Adapun macam-macam pendidikan formal sebagai berikut.
ü  Taman kanak-kanak (TK)      
ü  Raudatul Athfal (RA)
ü  Sekolah Dasar (SD)
ü  Madrasah Aliyah (MA)



























B.     PENGERTIAN PENDIDIKAN INFORMAL
Pendidikan informal adalah pendidikan yang tidak terstruktur yang berkenaan dengan pengalaman sehari-hari yang tidak terencana dan tidak terorganisasi (belajar incidental). Jika pengalaman-pengalaman diinterprestasikan atau dijelaskan kepada orang-orang yang lebih tua atau teman sejawat pengalaman itu merupaka pengalaman informal (Kleis, 1973 :3-4).
Pendidikan informal adalah pendidikan yang diperoleh seseorang berdasarkan pengalaman dalam hidup sehari-hari dengan sadar atau tidak sadar, sejak seorang lahir sampai ke liang kubur di dalam lingkungan keluarga, masyarakat atau dalam lingkungan pekerjaan sehari-hari. Contoh pengemudi becak. Bagi pengemudi becak, jelas tidak ada pendidikan formalnya. Jika seseorang pertama kali mencoba mengemudi (mengendalikan becak), ia akan menemui kesulitan.
Kalaupun ada temannya yang baik hati, ia pun akan mengatakan lebih kurang cara memegang kemudi begini. Seterusnya sikap calon pengemudi becak itu akan berjalan sendiri menjalankan becak di satu tanah lapang atau di jalan yang lengang.


Menurut UU RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang dimaksud pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan. Pendidikan ang dilaksanakan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat yang terjadi secara alamiah disebut pendidikan informal.
Karakteristik pendidikan informal sangat berbeda dengan pendidikan formal. Karakteristik pendidikan informal sebagai berikut.
ü  Berlangsung sepanjang masa
ü  Tidak secara khusus di sekolah
ü   Tidak diprogram atau waktu tidak tertentu
ü  Metode tidak formal
Adapun  macam-macam pendidikan informal sebagai berikut.
o   Agama
o   Budi pekerti
o   Etika
o   Sopan santun
o   Moral
o   Sosialisasi  
















C.      PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN FORMAL DAN INFORMAL
Perbedaan  antara pendidika formal dan informal dapat dilihat dikolom dbawah ini.

KETERANGAN
PENDIDIKAN FORMAL
PENDIDIKAN INFORAL
Tempat berlangsung
Di dalam sekolah
Dimana saja seseorang berada
Syarat untuk mengikuti
Ada dan menjadi peranan penting
Tidak ada
Jenjang pendidikan
Ada
Tidak ada
Program
Ada program tertentu
Tidak ada
Bahan pelajaran
Umum dan jangka panjang
Tidak ada yang ditentukan
Lama pendidikan
Relatif lama
Sepanjang hidup
Usia yang menjalani
Harus ada
Sepanjang hidup
Penilaian
Ada ujian dan mendapat ijazah
Tidak ada ujian atau penilaan sistematis
Penyelenggaraan
Pemerintah atau swasta
Tidak ada badan tertentu
Metode mengajar
Mengikuti metode tertentu
Tidak ada
Administrasi
Ada
Tidak ada
Ditinjau sejarah
Lebih mudah dari pendidikan nonformal
Sejak ada manusia didunia








BAB 3 : PENUTUP

KESIMPULAN
            Pendidikan formal merupakan pendidikan resmi yang umumnya disebut sekolah. Di Indonesia , pendidikan formal dikenal  seperti Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), serta perguruan tinggi. Sedangkan pendidikan informal adalah pendidikan yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari dan bersifat alamiah,yang berlagsung dalam keluarga, masyarakat, maupunlingkungan sekitar.



DAFTAR PUSTAKA

·         Buku Pengantar Pendidikan hal.81-92


Sejarah & Makna DIbalik Peringatan Hari Ibu
NaaDee
Infonews - Di berbagai Instansi Pemerintah, Kampus, Sekolah, Rumah Sakit dan lain-lain setiap tanggal 22 Desember biasanya dilaksanakan upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ibu.

Namun tahukah anda apa yang melatarbelakangi tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, adakah peristiwa bersejarah dan istimewa yang terjadi pada tanggal tersebut. Mungkin pertanyaan seperti ini sempat terbersit dalam fikiran kita tapi sampai saat ini belum mendapatkan jawaban yang memuaskan.

Baiklah mari kita kembali ke masa lalu tepatnya pada tanggal 22 s/d 25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada saat itu berkumpul untuk mengadakan Konggres Perempuan Indonesia I (yang pertama). 

Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta menjadi saksi sejarah berkumpulnya 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Kalau melihat kembali sejarah, sebenarnya sejak tahun 1912 sudah ada organisasi perempuan. Pejuang-pejuang wanita pada abad ke 19 seperti M. Christina Tiahahu, Cut Nya Dien, Cut Mutiah, R.A. Kartini, Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Achmad Dahlan, Rangkayo Rasuna Said dan lain-lain secara tidak langsung telah merintis organisasi perempuan melalui gerakan-gerakan perjuangan.

Hal itu menjadi latar belakang dan tonggak sejarah perjuangan kaum perempuan di Indonesia, dan memotivasi para pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan. 

Pada Konggres Perempuan Indonesia I yang menjadi agenda utama adalah mengenai persatuan perempuan Nusantara; peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan; peranan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa; perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita; pernikahan usia dini bagi perempuan, dan lain sebagainya.

Banyak hal besar yang diagendakan namun tanpa mengangkat masalah kesetaraan jender, para pejuang perempuan itu menuangkan pemikiran kritis dan upaya-upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan.

Pada Juli 1935 dilaksanakan Kongres Perempuan Indonesia II, dalam konggres ini dibentuk BPBH (Badan Pemberantasan Buta Huruf) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem, Rembang. 

Penetapan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember sendiri baru diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Dan puncak peringatan Hari Ibu yang paling meriah adalah pada peringatan yang ke 25 pada tahun 1953.  Tak kurang dari 85 kota Indonesia dari Meulaboh sampai Ternate merayakan peringatan Hari Ibu secara meriah.

Secara resmi tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu adalah setelahPresiden Soekarno melalui melalui Dekrit Presiden No. 316 tahun 1959 menetapkan bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga saat ini.

Pada awalnya peringatan Hari Ibu adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan para perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama. 

Salah satu contoh saat peringatan 25 tahun Hari Ibu Di Solo, dirayakan dengan membuat pasar amal yang hasilnya digunakan untuk membiayai Yayasan Kesejahteraan Buruh Wanita dan beasiswa untuk anak-anak perempuan.  Pada waktu itu panitia Hari Ibu Solo juga mengadakan rapat umum yang mengeluarkan resolusi meminta pemerintah melakukan pengendalian harga, khususnya bahan-bahan makanan pokok. 

Pada peringatan Hari Ibu tahun 1950 an, dirayakan dengan mengadakan pawai dan rapat umum yang menyuarakan kepentingan kaum perempuan secara langsung. Dan satu sejarah penting kaum perempuan adalah untuk pertama kalinya wanita diangkat menjadi menteri, dialah  Maria Ulfah yang pada tahun 1950 diangkat sebagai Menteri Sosial yang pertama oleh Presiden Soekarno.

Pada kongres di Bandung tahun 1952 diusulkan untuk dibuat sebuah monumen, dan pada tahun berikutnya dibangunlah Balai Srikandi. Ketua Kongres pertamaIbu Sukanto melakukan peletakkan batu pertama pembangunan tersebut, dan pada tahun 1956 diresmikan Balai Srikandi  oleh menteri Maria Ulfah. Dan akhirnya pada tahun 1983 Presiden Soeharto meresmikan keseluruhan kompleks monumen Balai Srikandi menjadi Mandala Bhakti Wanitatama di Jl. Laksda Adisucipto, Yogyakarta.  

Kiprah kaum perempuan sebelum kemerdekaan Indonesia adalah Kongres Perempuan ikut terlibat dalam pergerakan internasional dan perjuangan kemerdekaan itu sendiri. 
Hingga pada tahun 1973 Kowani berhasil menjadi anggota penuh International Council of Women (ICW) yang berperan sebagai dewan konsultatif kategori satu terhadap Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).

Kalau kita melihat sejarah beta heroiknya kaum perempuan (kaum Ibu) pada saat itu dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, apakah sepadan dengan peringatan Hari Ibu saat ini yang hanya ditunjukkan dengan peran perempuan dalam ranah domestik. Misalnya dalam sebuah keluarga pada tanggal tersebut seorang ayah dan anak-anaknya berganti melakukan tindakan domestik seperti masak, mencuci, belanja, bersih-bersih, dan kemudian memberikan hadiah-hadiah untuk sang ibu. 

Peringatan Hari Ibu di Indonesia saat ini lebih kepada ungkapkan rasa sayang dan terima kasih kepada para ibu, memuji keibuan para ibu. Berbagai kegiatan pada peringatan itu merupakan kado istimewa, penyuntingan bunga, pesta kejutan bagi para ibu, aneka lomba masak dan berkebaya, atau membebaskan para ibu dari beban kegiatan domestik sehari-hari. Meski secara maknawi peringatan Hari Ibu saat ini kurang sejalan dengan makna kegiatan perempuan yang dilakukan pada masa perjuangan dahulu. Tapi itulah kenyataan yang ada, tergantung bagaimana kita menyikapinya. 

Demikianlah info mengenai Sejarah Dan Makna Peringatan Hari Ibu 22 Desember semoga bermanfaat, dan Selamat Hari Ibu 22 Desember.

Sumber: infonews